Kesabaran Pelaku Maksiat

Leave a comment

Seorang Syaikh bercerita bahwa ia pernah berdakwah di hutan belantara di Afrika dengan menempuh perjalanan kaki yang jauh dan sangat melelahkan. Dalam hatinya dia menyangka bahwa ia telah sabar dan berkorban dengan pengorbanan dan kesabaran yang luar biasa dalam berdakwah. Ternyata ia dikejutkan bahwa dalam hutan belantara tersebut ada seorang wanita bule yang telah bertahun-tahun berusaha melancarkan program kristenisasi. Ternyata kesabarannya dan pengorbanannya masih kalah jauh dari kesabaran wanita bule tersebut !!!

Demikianlah…ternyata pelaku kesyirikan juga bersabar dalam kesyirikan mereka…bahkan bersabar dalam mendakwahkan kesyirikan mereka.

Allah berfirman tentang kesabaran kaum kafir Quraisy

إِنْ كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ آلِهَتِنَا لَوْلا أَنْ صَبَرْنَا عَلَيْهَا وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ الْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلا

Sesungguhnya hampirlah ia  (yaitu Nabi Muhammad) menyesatkan kita dari sembahan- sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya” dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalanNya. (QS Al-Furqoon : 42)

Ibnu Katsiir berkata :

يَعْنُوْنَ: أَنَّهُ كَادَ يَثْنِيْهِمْ عَنْ عِبَادَةِ أَصْناَمِهِمْ، لَوْلاَ أَنْ صَبَرُوا وَتَجَلَّدُوا وَاسْتَمَرُّوا عَلَى عِبَادَتِهَا

“Maksud mereka yaitu hampir-hampir saja Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam) memalingkan mereka dari penyembahan berhala-berhala mereka, akan tetapi kalau bukan karena kesabaran mereka, keteguhan mereka, dan kesinambungan mereka dalam menyembah berhala-berhala mereka” (Tafsiir Ibnu Katsiir 6/113) More

Hati dan Mesin Giling

Leave a comment

Hati manusia ibarat mesin penggiling yang terus berputar dan mengolah apa saja yang dimasukkan ke dalamnya. Apabila yang dimasukkan adalah biji gandum berkualitas tinggi, niscaya hasil yang dikeluarkannya berupa gandum yang juga berkualitas tinggi. Namun jika yang dimasukkan adalah gandum berkualitas buruk, atau sekedar kerikil dan pasir, maka Anda bisa membayangkan sendiri bagaimana hasil keluarannya. Sayangnya, tidak semua orang sadar terhadap kualitas bahan yang ditaruh di penggilingan tersebut.

Seperti itulah hati. Apabila bisikan-bisikan yang masuk ke dalam hati adalah bisikan ketaatan yang diperkuat dengan azam, niscaya perbuatan yang terwujud darinya berupa ketaatan kepada Allah. Sebaliknya, apabila bisikan-bisikan yang masuk ke dalam hati adalah bisikan kemaksiatan dan hawa nafsu, niscaya perbuatan yang lahir darinya berupa kemaksiatan kepada-Nya. Sayangnya, kebanyakan manusia tidak sadar terhadap jenis bisikan apakah yang diolah hatinya selama ini.

(Fawaidul Fawaid – Hati dan Amalannya)

 

Pustaka Al-Atsar

Sekelumit faedah dari kitab “Fawaidul Fawaid” (recommended kitab, karya Ibnul Qayyim al-Jauziyah yang di tahqiq oleh Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi)

Rahasia-rahasia Puasa

Leave a comment

Allah Tabaraka wa Ta’ala Menciptakan dan Memilih. Dia yang Menciptakan bulan-bulan kemudian memilih bulan Ramadhan untuk diutamakan diantara bulan-bulan lainnya. Bulan dimana disyariatkan ibadah Puasa, yaitu meninggalkan makan, minum, dan jimak, serta hal-hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, sejak munculnya bulan sabit awal Ramadhanhingga bulan sabit awal Syawal. Bukan meninggalkannya karena tradisi atau demi badan, akan tetapi demi beribadah kepada Allah Ta’ala.

Ketahuilah, bahwa pada ibadah puasa terdapat keistimewaan yang tidak dimiliki oleh ibadah yang lain, yaitu hubungannya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya dalam sebuah hadits Qudsi “Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan memberi balasan degannya” [HR. Bukhari 3/31, 9/175 dan Muslim 3/157-158]. Maka cukuplah hubungan ini sebagai sebuah kemuliaan puasa [1]. More

Masjid dan Air

Leave a comment

Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sampai di Madinah, pertama kali yang dibangun adalah Masjid. Bahkan sebelum sampai di Madinah, yaitu ketika singgah di Quba, beliau shallallahu’alaihi wasallam juga membangun Masjid. Hal ini menandakan bahwa Masjid adalah suatu elemen yang sangat penting bagi kehidupan umat Islam, sehingga Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sangat memperhatikan keberadaan Masjid dan menjadikannya sesuatu yang pertama kali dibangun sebelum membangun umat secara menyeluruh. Kita bisa melihat bahwa syi’ar-syi’ar Islam dihidupkan di Masjid, mulai dari syi’ar harian (yaitu Shalat Fardhu 5 waktu bagi Laki-laki), syi’ar mingguan (Shalat Jum’at), hingga syi’ar tahunan (Qiyamul Lail pada hulan Ramadhan). Bahkan di jaman Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan Khulafa’ ar-Rasyidin al-Mahdiyyin, Masjid telah menjadi pusat kegiatan kemaslahatan umat, yang kalau dalam bahasa sekarang dikenal dengan istilah Islamic Center, atau Markaz al-Islam.

Pentingnya Masjid bagi seorang Muslim bagaikan pentingnya Air bagi seekor ikan. Ikan akan hidup di dalam air dan akan mati jika tidak dilingkupi air, cepat atau lambat. Namun permisalan ini bukan kepada jasad seorang muslim, akan tetapi pada hatinya. Hidup dan Matinya hati seorang muslim berkaitan dengan dekat atau jauhnya dia dari masjid. More

Mendiagnosa Hati

Leave a comment

Hawa nafsu tidak henti-hentinya mengajak kepada keburukan. Dia akan senantiasa mengintai hati manusia dari berbagai arah. Hati yang lalai dari mengingat Allah tidak akan selamat dari sergapannya. Dua faktor tersebut, yaitu lalai dari mengingat Allah dan mengikuti hawa nafsu, adalah sebab terjerumusnya manusia dalam perbuatan yang melampaui batas.

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. [QS. Kahfi: 28]

Bahkan keduanya saling berkaitan satu sama lain. Hati yang lalai dari mengingat Allah tidak akan mempunyai pertahanan untuk menolak hantaman bertubi-tubi dari hawa nafsu, hingga tak menyadari bahwa hatinya telah tertawan oleh hawa nafsu.

Terkadang, dzikir hanya membasahi lisan, sedangkan hati tetap berbicara dengan sendirinya, lalai dari meresapi apa yang keluar dari lisan. Jika seperti ini keadaan hati, maka tidak akan cukup kuat menolak tarikan nafsu.

Pintu masuk lain adalah pandangan mata. Dan memang benar, dari mata akan turun ke hati. Nafsu yang akan membisikkan ke dalam hati, mengingatkan akan indahnya apa yang telah dipandang oleh mata, sehingga hal itu akan mengusik hati dan mendorong untuk menindaklanjuti keinginan nafsu. More

Meniti Jalan Menggapai Kecintaan Allah Subhanahu wa Ta’ala

4 Comments

Dalam hadist sahih Riwayat Muslim, dari Muawiyah radhiyallahu’anhuma, “Suatu hari Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam menjumpai kami. Pada waktu itu kami sedang duduk bermajlis. Kami para sahabat Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasallam sedang duduk di satu majlis di satu kumpulan, yang kemudian tujuannya kami duduk di Mesjid tersebut adalah untuk mengingat besarnya nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan untuk mengingat nikmat Islam dan Iman. Maka Rasulullah bersabda : “Apakah yg menyebabkan kalian duduk di Mesjid ini?”, Kami katakan: “kami duduk disini dalam rangka mengingat-ingat nikmat Islam dan anugerah yg dilimpahkan kepada kami”. Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Demi Allah, apakah kalian tidak duduk di Mesjid ini kecuali untuk tujuan itu?” Maka para sahabatpun menjawab, “Demi Allah kami tidak duduk kecuali untuk tujuan itu”. Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “demi Allah bukanlah aku meminta kalian bersumpah karena ragu terhadap niat kalian, karena menuduh kalian berdusta, bukan, akan tetapi aku meminta kalian mengatakan itu karena barusan saja Malaikat Jibril datang kepadaku dan menyampaikan kepadaku bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala membanggakan kalian dihadapan para MalaikatNya, membanggakan orang yg hadir orang yg hadir di Mesjid ini di hadapan para MalaikatNya”.
More

Dua Penyebab Pelanggaran

Leave a comment

Dua faktor penyebab manusia melakukan urusan yang melampaui batas, melakukan kedhaliman dan berbagai kemaksiatan lainnya, yaitu:

  1. Lalai dari mengingat Allah (Dzikir)
  2. Mengikuti hawa nafsu.

Sebagaimana hal ini diterangkan dalam surat Kahfi ayat 28, dimana Allah Ta’ala berfirman:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” [Kahfi: 28] More

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 86 other followers

%d bloggers like this: