Cinta dan Ketulusan Saja Tidaklah Cukup

Leave a comment

Bayangkan saat ini Anda sedang perlu dioperasi. Menjelang dioperasi, si dokter berbisik kepada Anda, “Harap Anda ketahui, saya ini bukan dokter bedah, bahkan sama sekali bukan dokter. Tetapi Anda tidak usah khawatir, karena saya sangat mencintai pasien-pasien saya dan sangat tulus mengharapkan semua pasien saya sembuh”.

Apakah Anda akan membiarkan orang ini membedah tubuh Anda dengan pisaunya? Tentu saja tidak! Sebab orang tersebut tidak memiliki “ilmu/pengetahuan” yang diperlukan untuk menggapai harapannya yang tulus agar Anda sembuh.

Demikian juga dalam mendidik anak-anak kita. Tidak diragukan lagi kalau setiap orang tua pastilah mencintai anak-anaknya dengan tulus. Bahkan cinta anak kepada orang tua tidak akan bisa menyamai cinta orang tua kepada anak-anaknya. Hanya cinta Allah Ta’ala kepada hambaNya yang melebih cinta seorang ibu kepada anaknya. More

Mencetak Insan yang Shalih dan Mushlih

Leave a comment

Kata-kata “mencetak insan yang shalih” itu memang terdengar indah, tetapi ia jauh lebih berat daripada gunung. Adalah mudah untuk sekedar bersemangat mewujudkannya, tetapi berproses mewujudkannya lebih pahit daripada empedu. Tapi itulah tujuan kita dalam mendidik anak. Sebuah tujuan yang mulia, besar, dan jauh lebih besar daripada tujuan sistem pendidikan secara umum.

Semua sistem pendidikan di dunia, baik Timur maupun Barat, memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menyiapkan anak bangsa yang berkualitas, namun masing-masing berbeda dalam hal kemasan dan warnanya. Bisa jadi, si anak bangsa yang dimaksud adalah orang yang mengagungkan kerja dan produktivitas. Mungkin juga ia adalah orang yang fanatik terhadap bangsanya sendiri sehingga memandang rendah bangsa lain. Dan sebagainya, yang mana ukuran kualitasnya sangat berbeda satu sama lain tergantung selera para pendidiknya.  Sedangkan Islam sejak awal hingga akhir berusaha mencapai tujuan yang jauh lebih luhur, lebih besar, dan lebih sempurna, yakni menyiapkan insan yang shalih. More

Pembicaraan yang Bermutu dalam Rumah Tangga

Leave a comment

Orang tua pasti menginginkan manfaat untuk anak-anaknya. Para orang tua bekerja keras, membanting tulang, berpeluh dan berdarah demi memberikan manfaat dan membahagiakan buah hatinya. Demikian pula seorang anak yang baik pasti ingin memberikan manfaat untuk orang tuanya, kelak ingin membalas jasa orang tua ketika sudah mempunyai kemampuan untuk membalasnya.

Akan tetapi waktu untuk melakukan itu semua sangat terbatas, sebatas kehidupan yang diberikan Allah Rabb semesta Alam kepada makhlukNya. Bahkan tidak jarang, segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana yang direncanakan ataupun diharapkan. Tak jarang orang tua kecewa atas balasan yang diterima dari anaknya setelah segala upaya dikerahkan untuk memberikan manfaat kepada anaknya. Tidak sedikit juga orang tua yang membiarkan anak-anaknya terlantar di dunia ini.

Namun itu semua belum seberapa. Ada yang lebih patut mendapat perhatian daripada sekedar akibat di dunia yang hanya sementara ini. Sebagaimana Allah Ta’ala telah memperingatkan akan datangnya suatu hari, dimana antara orang tua dan anaknya tidak akan lagi dapat saling memberi manfaat, tidak dapat lagi saling menolong, yaitu suatu hari dimana setiap makhluk harus berdiri sendiri dihadapan Rabbnya. More

Perlukah Hukuman Fisik Bagi Anak?

Leave a comment

Permasalahan ini amat penting untuk diperhatikan, mengingat kondisi anak didik yang tidak sama. Semestinya para orang tua dan pendidik memperhatikan betul metode yang tepat bagi anak didiknya. Perbedaan tingkat intelegensi, persepsi, usia serta tingkat emosi anak menuntut perlakuan yang berbeda pula. Manakala si anak berbuat kesalahan, penyimpangan, ataupun gagal mengerjakan tugasnya, tidak berarti saat itu juga si anak harus dihukum dengan hukuman berat. Tidak selamanya hukuman itu baik bagi anak. Tidak berarti pula kita membiarkan anak larut dalam kesalahan tanpa ada upaya pengarahan. Ada tipe anak yang sudah sadar akan kesalahannya hanya dengan pandangan tajam dari orang tua ataupun gurunya. Ada pula tipe anak yang mudah diarahkan dengan nasehat bijak. Dan ada pula tipe anak yang memang tidak bisa diluruskan kecuali dengan hukuman.
More

Jurus Jitu Mendidik Anak

Leave a comment

Sebagai seseorang yang mendapat titipan, tentunya berkeinginan menjaga amanah yang dititipkan tersebut dengan sebaik-baiknya. Anak-anak adalah amanah yang dititipkan Allah Ta’ala kepada hambaNya sesuai yang dikehendakiNya. Allah Ta’ala telah menjadikan anak-anak sebagai hasil usaha orang tua, sehingga para orang tua pastilah menginginkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang shalih dan penyantun. Suatu kebahagiaan jika anak-anak kelak menjadi anak-anak yang shalih yang senantiasa mendoakan orang tua serta menjadi ladang pahala yang tanpa putus dengan sebab amalan anak yang bersumber dari pendidikan orang tuanya.
More

Mendidik Anak Perlu Iringan Do’a

2 Comments

Beberapa saat lalu saya mampir shalat Jum’at di masjid salah satu perumahan di bilangan Sokaraja Banyumas. Di sela-sela khutbahnya, khatib bercerita tentang kejadian yang menimpa sepasang suami istri. Keduanya terkena stroke, namun sudah sekian bulan tidak ada satupun di antara anaknya yang datang menjenguk. Manakala dibesuk oleh si khatib, sang bapak bercerita sambil menangis terisak, “Mungkin Allah telah mengabulkan doa saya. Sekarang inilah saya merasakan akibat dari doa saya! Dahulu saya selalu berdoa agar anak-anak saya jadi ‘orang’. Berhasil, kaya, sukses dst. Benar, ternyata Allah mengabulkan seluruh permintaan saya. Semua anak saya sekarang menjadi orang kaya dan berhasil. Mereka tinggal di berbagai pulau di tanah air, jauh dari saya. Memang mereka semua mengirimkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit dan semua menelpon saya untuk segera berobat. Namun bukan itu yang saya butuhkan saat ini. Saya ingin belaian kasih sayang tangan mereka. Saya ingin dirawat dan ditunggu mereka, sebagaimana dulu saya merawat mereka”.

Ya, berhati-hatilah Anda dalam memilih redaksi doa, apalagi jika itu ditujukan untuk anak Anda. Tidak ada redaksi yang lebih baik dibandingkan redaksi doa yang diajarkan dalam al-Qur’an dan Hadits. “Robbanâ hablanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrota a’yun, waj’alnâ lil muttaqîna imâmâ” (Wahai Rabb kami, karuniakanlah pada kami pasangan dan keturunan yang menyejukkan pandangan mata. Serta jadikanlah kami imam bagi kaum muttaqin). QS. Al-Furqan: 74.

Seberapa besar sih kekuatan doa?

Sebesar apapun usaha orangtua dalam merawat, mendidik, menyekolahkan dan mengarahkan anaknya, andaikan Allah ta’ala tidak berkenan untuk menjadikannya anak salih, niscaya ia tidak akan pernah menjadi anak salih. Hal ini menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah dan betapa kecilnya kekuatan kita. Ini jelas memotivasi kita untuk lebih membangun ketergantungan dan rasa tawakkal kita kepada Allah jalla wa ‘ala. Dengan cara, antara lain, memperbanyak menghiba, merintih, memohon bantuan dan pertolongan dari Allah dalam segala sesuatu, terutama dalam hal mendidik anak. More

Mendidik Anak Perlu Kesabaran

Leave a comment

Sabar merupakan salah satu syarat mutlak bagi mereka yang ingin berhasil mengarungi kehidupan di dunia. Kehidupan yang tidak lepas dari susah dan senang, sedih dan bahagia, musibah dan nikmat, menangis dan tertawa, sakit dan sehat, lapar dan kenyang, rugi dan untung, miskin dan kaya, serta mati dan hidup.

Di antara episode perjalanan hidup yang membutuhkan kesabaran ekstra adalah masa-masa mendidik anak. Sebab rentang waktunya tidak sebentar dan seringkali anak berperilaku yang tidak sesuai dengan harapan kita.
More

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 85 other followers

%d bloggers like this: