Apakah arti sebuah rumah itu menurut anda? Bukankah dia adalah tempat dimana seseorang itu makan, menikmati keakraban dengan pasangannya, tempat untuk tidur dan istirahat? Bukankah dia adalah sebuah tempat dimana seseorang bisa menyendiri dan bisa berkumpul dengan istri dan anak-anaknya? Bukankah dia adalah tempat yang dapat memberikan perlindungan kepada para wanita?

Jika anda memikirkan para tunawisma yang tinggal di tenda-tenda, atau di jalanan, atau seperti para pengungsi yang berserakan di tenda-tenda, maka anda akan menyadari betapa beruntungnya mempunyai rumah. Jika anda mendengarkan seorang tunawisma berkata, “saya tidak tahu dimana harus tinggal karena tidak punya tempat untuk menetap. Kadang-kadang saya tidur di rumah-rumah orang, terkadang di tempat parkir, di depan toko, di pinggir pantai“, maka anda akan menyadari gangguan-gangguan yang muncul dengan tidak adanya rumah.

Maka Rumah adalah sebuah berkah. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

والله جعل لكم من بيوتكم سكنا

“Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal” [An Nahl 80]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: disini Allah Ta’ala menyebutkan berkah yang lengkap kepada hambaNya. Dia telah memberikan kepada mereka rumah-rumah sebagai tempat tinggal yang tenteram bagi mereka, bagaikan surga yang melindungi mereka dan memberikan kepada mereka berbagai macam keuntungan.

Ingatlah ketika Allah Yang Maha Perkasa menghukum Yahudi Bani Nadhir, dimana Dia mencabut berkah ini (berkah dari adanya tempat tinggal) dan mengusir mereka dari rumah-rumah mereka, sebagaimana dalam firmanNya:

…هو الذي أخرج الذين كفر من أهل الكتاب من ديرهم لأول الحشر

“Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama” [Al Hasyr 2]

Kemudian Allah Azza wa Jalla berkata:

يخربون بيوتهم بأيديهم وأيدى المؤمنين فاعتبروا يأولى الأبصر

“mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan” [Al Hasyr 2]

Maka betapa berharganya sebuah rumah itu, yang keberadaanya merupakan salah satu nikmat dari Allah Azza wa Jalla. Rumah yang merupakan tempat dimana kita berinteraksi dengan keluarga kita sehari-hari mestilah dalam kondisi yang layak dan nyaman. Untuk itu, diperlukan adanya kemesaraan, cinta, ketulusan, keterbukaan, kejujuran, dan yang semisal dengannya. Hal-hal yang diperlukan untuk membangun semua faktor yang disebut diatas dapat dicapai dengan menerapkan prinsip-prinsip Islam secara benar. Dengan menerapkannya secara benar, Insya Allah, hal-hal diatas dapat dicapai, sehingga akan membuktikan bahwa Islam adalah Rahmatan lil ‘Alamin. 

Insya Allah bersambung dengan 40 poin penerapan prinsip-prinsip Islam. Semoga Allah Ta’ala memberi Taufiq kepada saya dan anda semua.

———————–

Diringkas dari “The Muslim Home – 40 Recommendations In the Light of the Qur’an and Sunnah” by Syaikh Muhammad Salih al-Munajid, International Islamic Pubublishing House-Riyadh.