Tinggal di negeri Muslim, bagaimanapun juga tetap lebih mententramkan hati. Negara kufar yang maju dan serba modern mungkin saja menyilaukan mata lahir, tetapi jauh di lubuk hati yang dalam, fitrah yang masih lurus pasti akan merasakan ketidaknyamanan.

Negeri muslim, sekalipun sudah menjadi maju dan hampir seperti negeri “barat”-yang saya maksud adalah beberapa negara di Timur Tengah-tetap saja masih memberikan ketenangan. Di Mall-mall masih terdengar seruan Adzan…yaah…meski pakai rekaman, setidaknya bisa mengingatkan kaum muslimin yang sedang berbelanja untuk segera mendirikan Shalat. Tempat shalat pun tersedia dengan memisahkan antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan Masjid “berserakan” di mana-mana, mulai dari yang kecil sampai yang besar…tinggal pilih dan tinggal diingat-ingat posisinya jadi bisa mampir ketika waktu shalat tiba.

Masih banyak yang bisa disebutkan, tapi dalam tulisan kali ini saya ingin menuliskan do’a ketika safar (bepergian). Do’a ini bisa dijumpai di buku-buku do’a, anak-anak kecil pun sudah banyak yang hafal. Tapi biarlah, saya menuliskannya karena terkesan. Baru di sinilah (Timur Tengah) saya mendengar dibacakan do’a safar ketika semua penumpang sudah naik di atas pesawat. Di negera muslim lainnya, belum tentu do’a ini dibacakan, meski teks do’a disediakan di kantong-kantong kursi (ditambah pula do’a dari berbagai agama/kepercayaan).

Setidaknya ada 2 maskapai penerbangan yang membacakan 2 versi do’a, yang mana salah satunya membacakan do’a khusus untuk naik kendaraan, sedangkan yang satunya lebih umum lagi yaitu do’a safar. Kedua-duanya memiliki bacaan yang sama, sedangkan yang satunya lebih lengkap.

1. Do’a naik kendaraan

بسم الله الحمد لله (سبجن الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وإنا إلى ربنا لمنقلبون). الحمد لله – الحمدلله – الحمد لله – الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر –

سبحا نك إني ظلمت نفسي فاغفرلي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت

“Dengan Nama Allah, Segala puji hanya milik Allah (Mahasuci Rabb yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami-Az Zukhruf 13-14). Segala puji hanya milik Allah-Segala puji hanya milik Allah-Segala puji hanya milik Allah-Allah Maha Besar-Allah Maha Besar-Allah Maha Besar. Mahasuci Engkau, ya Allah. Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau” [HR. Abu Dawud, an-Nasa’i dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani]

2. Do’a Safar/Bepergian

الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر (سبحن الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وإنا إلى ربنا لمنقلبون). اللهم إنا نسألك في سفرنا هذا البر والتقوى ومن العمل ما ترضى. اللهم هون علينا سفرنا هذا واطو عنا بعده. اللهم أنت الصاحب في السفر والخليفة في الاهل. اللهم إني أعوذبك من وعثاءالسفر وكاابة المنظر مسوء المنقلب في المال والأهل

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. (Mahasuci Rabb yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami-Az Zukhruf 13-14). Ya Allah, sesungguhnya kami mohon kepadaMu di dalam perjalanan kami ini amal baik dan ketaqwaan serta amal perbuatan yang Engkau ridhoi. Ya Allah, mudahkanlah atas kami perjalanan kami ini dan dekatkanlah kepada kami jaraknya. Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pengganti(ku) yang mengurusi keluarga(ku). Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kesulitan dalam perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan perubahan yang jelek dalam harta dan keluarga” [HR. Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi]

Di Saudi Arabia, bahkan sang Pilot memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam ketika akan memberikan pengumuman pertama kali dan ketika pesawat mendarat.

Tambahan do’a jika kembali dari safar/perjalanan – tidak dibaca oleh para Pilot, karena perjalanan itu belum tentu merupakan perjalanan kembalinya mereka.

ايبون تائبون عابدون لربنا حامدون

“Kami kembali, bertaubat, tetap beribadah, dan senantiasa memuji Rabb kami” [HR. Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi]

Masih ada lagi do’a dan dzikir selama safar serta sunnah-sunnah lainnya yang bisa ditemukan dalam buku-buku do’a dan dzikir yang muktabar. Disamping itu, saat safar adalah saat-saat dikabulkannya do’a, makanya seringkali teman-teman muslim Arab ini minta di-do’a-kan ketika kita pamitan untuk safar.

Semoga Allah senantiasa memberi Taufiq kepada kita untuk senantiasa bermunajat kepadaNya dalam setiap safar kita dan waktu-waktu lainnya.