Sunnatullah telah menetapkan, orang-orang yang gemar bermaksiat lebih banyak jumlahnya dibandingkan yang menaati Ar-Rahman. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya

“Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik” (Al-Maidah: 49).

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah” (Al-An’am: 116).

“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih” (Saba’: 12)

Apabila anda telah mengetahui bahwa para pelaku kemaksiatan jumlahnya banyak dan mendominasi, janganlah hal itu sampai menghalangi anda berpegang teguh terhadap din Islam. Lihatlah kebenaran dan jangan melihat jumlah individunya. Sebab Allah Ta’ala telah menyifati Ibrahim ‘alaihissalam, bahwa ia adalah seorang umat meskiput sendirian. Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang umat (imam) yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Allah)” (An-Nahl: 120)

Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Engkau adalah sebuah umat, meskipun sendirian

Banyaknya penyelewengan seharusnya justru menjadikan anda semakin berpegang teguh pada din, bukan sebaliknya. Karena banyaknya penyelewengan, justru mendorong anda untuk mensyukuri nikmat-Nya yang besar bagi anda, yaitu dipilihnya anda diantara makhluk yang ada untuk diberi-Nya hidayah.

Fudhail bin Iyadh berkata, “Janganlah anda tertipu dengan kebatilan hanya karena banyaknya orang-orang yang binasa. Janganlah pula anda meninggalkan kebenaran hanya karena sedikitnya orang yang menitinya“.

Ketahuilah, jika anda telah meniti jalan kebenaran, sesungguhnya manusia itu sangat berkeinginan berada dalam kebenaran seperti anda. Namun masalahnya, hidayah tidak akan diperoleh hanya dengan berangan-angan saja. Karena itu, pujilah Allah yang telah memberikan keistiqamahan kepada anda.

—————————————————

diringkas dari “Kunci-kunci Surga” karya Dr. Abdul Muhsin Al-Qasim, Imam dan Khatib Masjid Nabawi Madinah