الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع

“Kalam adalah suatu lafadz yang tersusun, yang memiliki makna yang sempurna dengan pengucapan sesuai dengan bahasa Arab”.

Menurut terminologi ahli nahwu, kalam menghimpun 4 hal:

1. الفظ, berupa Lafadz. Yaitu ungkapan tersebut berupa suara yang terdiri dari huruf hijaiyah. Contoh: احمد, يكتب, سعيد dan yang lainnya.

2. المركبم, tersusun dari dua kata atau lebih.

Contoh kata yang terdiri dari dua kata atau lebih dengan penggabungan hakiki (sebenarnya):

محمد مسافرون  “Muhammad seorang musafir”

العلم النافع  “Ilmu yang bermanfaat”

يبلغ المجبهد المجد  “Orang yang bersungguh-sungguh akan mencapai kemuliaan”

لكل مجتهد نصيب  “Setiap orang yang bersungguh-sungguh akan memperoleh hasil”

العلم خير ما تسعى إليه  “Ilmu adalah usaha terbaik yang anda lakukan”

Contoh kata yang penggabungannya bersifat taqdiri, yaitu kata lain yang menyertainya tidak ditampakkan namun dapat diperkirakan:

من أخوك؟  “Siapa saudara laki-lakimu?”

محمد  “Muhammad”

Ucapan محمد meskipun satu kata tetap dikategorikan kalam, karena jawaban lengkapnya sebenarnya adalah محمد أخي “Muhammad adalah saudara laki-lakiku”, yang mana terdiri dari 3 kata: محمد (Muhammadun), أخو (akhun), ي (ya’ mutakallim)

3. المفيد, memiliki makna yang sempurna, artinya orang yang diajak bicara paham dengan apa yang disampaikan, dimana yang mendengar dapat memahami dengan sempurna tanpa menunggu kelanjutan kalimat tersebut.

Contoh, jika hanya إذا حضر الأستاذ “Jika ustadz telah hadir”, maka tidak termasuk kalam. Karena meskipun terdiri dari 3 kata, namun pendengar masih menunggu kelanjutan kalimat tersebut.

Namun jika dikatakan إذا حضر الأستاذ أنصت التلاميذ  “Jika ustadz telah hadir, para murid pun terdiam”, maka dapat disebut kalam.

4. الوضع, harus diucapkan sesuai pengucapan orang Arab (yang telah dibuat oleh orang Arab). Misalnya kalimat حضر محمد “Muhammad telah hadir”. Dimana kata حضر “hadir” digunakan oleh orang Arab untuk menunjukkan waktu lampau, sedangkan kata محمد “Muhammad” digunakan untuk menunjukkan pribadi tertentu.

———————————————————–

Diringkas dari Tuhfatus Saniyah syarah Ajurumiyah, Muhammad Muhyidin Abdul Hamid