يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ . خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ

“Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera .” (QS. Al Qalam [68]: 42-43)

……..

Dalam sebuah program yang bernama “One Family” di saluran TV Majd, Dr. Yahya al-Yahya (pimpinan The Call to Islam Comittee), pembicara di program tersebut,  berkata bahwa Muslim tidak pernah tidak-teratur, mereka hanya perlu diyakinkan (untuk teratur).

Kemudian beliau menceritakan sebuah kisah seorang warga Amerika non muslim yang sedang mendiskusikan tentang Islam dengan beliau sambil menonton acara TV siaran langsung shalat Isya’ dari Makkah.

……..

Lelaki Amerika itu sangat takjub dengan ramainya Masjidil Haram, yang lebih kurang 3 juta muslim berkumpul pada malam terakhir di bulan suci Ramadhan. Begitu ramai dan sangat tidak teratur.

Kemudian Syaikh Yahya bertanya kepadanya,”menurut Anda berapa lama mereka bisa membuat barisan yang teratur untuk memulai Shalat?”

Dijawab oleh lelaki itu, “paling tidak 2 sampai 3 jam”

Lalu Syaikh berkata, “tapi di masjid itu ada 4 lantai”

Lelaki Amerika itu segera menjawab, “oh…kalau begitu akan memakan waktu 12 jam”

Syaikh berkata lagi, “ingat, mereka berasal dari Negara yang berbeda dari berbagai penjuru dunia, dan bahasanya pun berbeda-beda”

Lelaki Amerika itu berkata, “Kalau begitu tidak mungkin mengatur mereka dengan cara apa pun!”

………

Kemudian tibalah waktu Shalat. Datanglah Syaikh Sudais yang berdiri di depan dan berkata “ISTAWUU” (luruskan dan rapatkan shaf)

Dan dalam beberapa detik saja, kerumunan 3 juta Muslimin itu mengatur barisan untuk meluruskan dan merapatkan shaf. Lurus dan rapat dalam sekejap!

Lelaki Amerika itu tertegun memandang layar TV, untuk beberapa saat…kemudian berkata “I bear witness that there is none worthy of worship but ALLAH, and I bear witness that Mohammad is His Servant and Messenger” (Asyhadu an la ilaha illa Allah wa anna Muhammadan Rasulullah)

 

……………………………………………..