Hadits ke-27

وعن أبي يحيى صهيب بن سنانٍ – رضي الله عنه – ، قَالَ : قَالَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – : (( عَجَباً لأمْرِ المُؤمنِ إنَّ أمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خيرٌ ولَيسَ ذلِكَ لأَحَدٍ إلاَّ للمُؤْمِن : إنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكانَ خَيراً لَهُ ، وإنْ أصَابَتْهُ ضرَاءُ صَبَرَ فَكانَ خَيْراً لَهُ )) رواه مسلم .

Dari Abu Shuhaib bin Sinan radhiyallahu’anhu, dia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya. Dan yang demikian itu hanya ada pada seorang mukmin. Jika mendapat kesenangan dia bersyukur, maka syukur itu baik baginya. Dan jika mendapat musibah dia bersabar, maka sabar itu baik baginya” (HR. Muslim)

Faedah:
Keadaan manusia ketika mendapat musibah, ada yang beriman dan ada yang tidak beriman (orang kafir). Orang yang beriman akan bersabar dan mencari jalan keluar seraya mengharap pahala. Sedangkan orang yang tidak beriman akan senantiasa mencela/mengumpat, meratapi, berandai-andai dengan waktu.

Dan orang yang beriman jika mendapat nikmat maka dia bersyukur dengan sebenar-benarnya, memenuhi Rukun syukur, yaitu hati yang mengakui bahwa nikmat tersebut dari Allah Yang Maha Pemberi Rizki, lalu lisannya memuji Allah Ta’ala dan menyebut-nyebut nikmatnya, kemudian menggunakan nikmat tersebut dalam ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla.

Dalam hadits tersebut mengandung perintah bersabar karena kesabaran merupakan sarana kebaikan. Begitu juga perintah untuk bersyukur, karena syukur adalah penyebab bertambahnya nikmat.

Hadits tersebut juga mengandung konsekuensi bahwa keadaan orang kafir ketika mendapat nikmat juga buruk, karena setiap langkahnya adalah maksiat kepada Allah Ta’ala, karena mereka senantiasa berada dalam kemaksiatan yang paling besar selama masih dalam keadaan kafir.

Allahu Ta’ala A’lam.

Sekelumit faedah dari luasnya Syarah Riyadhush Shalihin Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah.