Sebutan “Raja Properti” pastilah identik dengan banyaknya properti yang dimiliki atau dikelola, yang mana secara umum istilah Properti identik dengan Rumah. Banyak yang bermimpi ingin menjadi “Raja Properti” di dunia ini, akan tetapi sedikit yang benar-benar menjadinya. Butuh kerja keras, kerja cerdas, dan berbagai fasilitas yang telah dimaklumi menjadi wasilah menuju kesana. Alhasil, tidak ada jalan pintas untuk dapat menjadi “Raja Properti” di dunia ini.

Adapun Allah Tabaraka Ta’ala adalah Dzat yang Maha Kaya, Maha Pemurah, Maha Pemberi. Dengan segala sifat-sifatNya yang Mulia tersebut, Dia telah banyak memberi kemudahan kepada hambaNya, yang salah satunya adalah memberikan kesempatan menjadi “Raja Properti” di Surga. Nggak tanggung-tanggung, di Surga, suatu tempat yang jauh lebih baik dari dunia. Jika anda tidak berkesempatan menjadi Raja Properti di dunia, janganlah berkecil hati, karena itu adalah hal yang kecil dan remeh. Maka raihlah kesempatan menjadi Raja Properti di surga.

Bagaimana caranya?
Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Dan dalam riwayat At-Tirmizi dan An-Nasai, ditafsirkan ke-12 rakaat tersebut. Beliau bersabda:
مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)
Maha Suci Allah, betapa mudahnya fasilitas yang diberikan Allah Ta’ala. Sehari semalam cukup menambah shalat sunnah rawatib (yang mengiringi shalat fardhu) sejumlah 12 rakaat sebagaimana dirinci dalam dua hadits diatas, dapat satu rumah di Surga. Sehari satu rumah. Bagaimana kalau dilakukan setiap hari? Makan anda akan menjadi raja “properti” di Surga, tanpa korupsi, tanpa kolusi, tanpa nepotisme. 100% halal dan mudah. Masalahnya hanya Mau atau Tidak Mau.

Apakah anda mau?

*************
Artikel http://www.pustakaalatsar.wordpress.com
Gambar hanya ilustrasi, tidak ada maksud menggambarkan bentuk rumah yang dijanjikan Allah Ta’ala di surga nanti. Sungguh segala kenikmatan di surga adalah sesuatu yang jauh lebih indah, meskipun mempunyai nama yang sama dengan benda-benda di dunia, akan tetapi hakikatnya berbeda. Tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terbetik dalam hati. Wallahu Ta’ala A’lam.