Diantara kesempurnaan petunjuk Islam adalah tentang adab dan etika ketika Bersin. Pada Bersin ada interaksi yang sangat indah diantara sesama muslim, serta kebaikan-kebaikan yang banyak.

Saling mendo’akan Kebaikan

Rasulullah shallallahu’alaih wasallam bersabda:
إذا عطس احدكم وحمدالله كان حقا على كل مسلم سمعه أن يقول له يرحمك الله
“Apabila salah seorang diantara kalian bersin lalu mengucapkan tahmid, maka wajib bagi setiap muslim yang mendengarnya berkata kepadanya (mendoa’akan) yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu)” [Al-Bukhari 6226]

An-Nawawi berkata, “Para ulama telah sepakat bahwa bertahmid ketika bersin hukumnya adalah mustahab (disukai). Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu mencantumkan tata cara bertahmid, tata cara bertasmit (atau bertasymit) dan jawaban atas ucapam tasmit (atau tasymit) tersebut.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
إذا عطس أحدكم فليقل الحمد لله وليقل له أخوه أو صاحبه يرحمك الله فإذا قال له يرحمك الله وليقل يهديكم الله ويصلح بالكم
“Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaklah mengucapkan “alhamdulillah“, dan hendaklah saudara atau temannya menjawabnya dengan ucapan “yarhamukallah“, jika temannya tersebut mengatakan “yarhamukallah“, maka hendaklah ia menjawabnya dengan ucapan “yahdikumullah wa yushlihu baalakum” [Al-Bukhari 6224]

An-Nawawi berkata, “Bagi yang mendengar seseorang bersin namun tidak bertahmid, disunnahkan untuk mengingatkannya agar mengucapkan tahmid sehingga ia dapat menjawabnya dengan tasmit. Karena perkara ini termasuk dalam bab nasehat dan perintah berbuat ma’ruf”.

Diantara faedah dari hadits-hadits diatas adalah, bahwa yang mengucapkan tasymit adalah siapa saja yang mendengar ucapan tahmid dari seorang muslim yang bersin. Adanya beberapa orang tidak saling mewakili satu sama lain. Dapat dilihat dari jawaban orang yang bersin dengan kata ganti jama’ (kum).

Ibnu Abdil Bar telah meriwayatkan dari Abu Dawud dengan sanad yang shahih bahwasanya tatkala ia berada di sebuah kapal, ia mendengar seseorang di tepi pantai bersin. Kemudian Abu Dawud memberi satu dirham agar ia dapat mendatangi orang yang bersin tadi dan ia megucapkan tasmit kepadanya. Lantas ia kembali berlayar. Kejadian itu dipertanyakan kepadanya dan ia menjawab, “Mungkin ia seorang yang memiliki do’a yang makbul”. Ketika penumpang-penumpang kapal itu tidur, mereka mendengar suara yang mengatakan kepada mereka bahwa Abu Dawud telah membeli surga dengan satu dirham. Bisa jadi hal itu dilakukan Abu Dawud untuk meminta do’a kepada orang tersebut, walaupun ia tidak berpendapat bahwa menjawab tahmid bersin itu hukumnya wajib.

Bersin adalah Nikmat
Adapun jika seseorang bersin berulang-ulang maka disyariatkan juga untuk mengucapkan tasymit kepadanya maksimal tiga kali, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah besabda:
إذا عطس أحدكم فليشمته جليسه فإذا زاد على ثلاث فهو مزكوم ولا يشمت بعد ثلاث
“Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaklah orang yang satu majelis dengannya mengucapkan tasymit. Jika bersinnya lebih dari tiga kali berarti orang tersebut sedang flu. Tidak perlu bertasymit setelah tiga kali” [hadits hasan, Shahih Abi Dawud 5035]

Ibnu Abi Jumrah berkata, “Hadits ini membuktikan besarnya nikmat Allah Ta’ala terhadap orang yang bersin, karena dibalik bersin terdapat kebaikan. Hadits ini juga menunjukkan betapa besar anugrah nikmat Allah kepada hambaNya, karena dengan bersin dapat menghilangkan hal-hal yang memudharatkan dirinya. Lalu Allah mensyariatkan untuk mengucapkan tahmid setelah bersin agar ia mendapatkan pahala. Lantas, setelah orang lain mengucapkan tasymit dan mendoakan kebaikan untuk dirinya, maka yang bersin pun mendoakan kebaikan untuk orang yang mengucapkan tasymit kepadanya. Dengan bersin seseorang dapat merasakan nikmat dan manfaat dengan keluarnya uap yang terhenti di otak. Seandainya uap tersebut tidak keluar tentu hal itu akan menimbulkan berbagai penyakit yang akut. Oleh karena itu disyariatkan mengucapkan Alhamdulillah sebagai rasa syukur atas nikmat bersin tersebut dan atas berfungsinya organ-organ tubuh seperti semula setelah mengalami kegoncangan seperti goncangan gempa bumi”

Do’a Rahmat hanya untuk Muslim

Tidak boleh mengucapkan tasymit untuk orang non muslim. Hal ini karena tasymit adalah sebuah do’a yang mengharapkan rahmat bagi orang yang bersin. Sedangkan seorang muslim tidak boleh mendo’akan non muslim kecuali do’a agar mendapat hidayah kepada Islam.

Etika Bersin
Sunnah pun mengajarkan etika ketika bersin, yaitu sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan Ahmad dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dengan sanad yang marfu’:
إذا عطس أحدكم فليضع كفيه على وجهه وليخفض بها صوته
“Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaklah ia letakkan kedua telapak tangannya di wajahnya agar ia dapat meredam suaranya” [Hadits Hasan, Shahih al-Jami’ 685]

Ucapan tahmid tetap bisa dibaca ketika bersin dalam shalat, namun tidak boleh bagi yang mendengar menjawab dengan tasymit. Dan tentu saja ucapan tahmid dan tasymit tidak boleh diucapkan ketika berada pada tempat dimana Nama Allah terlarang untuk disebut.

Semoga Allah Ta’ala senantisa memperbaiki keadaan kita.

Artikel Pustaka Al-Atsar

——————————————————————–
Referensi utama: Subulus Salam syarah Bulughul Maram kitab Al-Jami’