Allah Ta’ala telah menjadikan bagi setiap apa yang dituntut-Nya (dari hamba) jalan dan rambu-rambu untuk mewujudkannya. Tuntutan yang paling besar dan paling penting adalah iman. Maka dari itu Allah ‘Azza wa Jalla telah menjadikan beberapa faktor yang dapat menghadirkan dan menguatkan keimanan, sebagaimana Dia juga telah menciptakan sebab-sebab yang dapat melemahkan keimanan tersebut.

Salah satu cara paling efektif untuk dapat menghadirkan sekaligus memperkuat keimanan adalah dengan mengenal nama-nama Allah Ta’ala yang paling indah, yang bersumber dari Al-Qur’an dan as-Sunnah, serta bersungguh-sungguh memahami maknanya dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan” (Al-A’raaf: 180)

Dalam ash-Shahihain (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim) dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

إن لله تسعة وتسعين إسما مائة إلا واحدا. من أحصاها دخل الجنة

“Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, yaitu 100 kurang satu. Siapa yang menghafalnya niscaya masuk surga”

Maksudnya, setiap orang Mukmin yang menghafal nama-nama tersebut disertai dengan memahami makna dan kandungannya, memuji Allah Ta’ala dengannya, memohon kepadaNya dengannya dan meyakininya, niscaya dia akan masuk Surga. Dan hanya orang Mukmin yang akan masuk Surga.

Mengenal dan memahami asmaul husna merupakan dasar iman, dan penjabaran iman itu kembali kepadanya. Karena mengenal asmaul husna berarti mengenal tiga macam tauhid: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyyah, dan Tauhid asma dan sifat. Inilah yang menjadi ruh dan pilar keimanan, dan itulah tujuan iman yang sebenarnya. Semakin dalam ma’rifat seseorang terhadap nama-nama dan sifat-sifat Allah, niscaya akan semakin bertambah kuat imannya.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa asmaul husna merupakan sumber yang paling besar dan bahan bakar yang paling utama untuk menggapai kekuatan dan keteguhan iman.

Spesifikasi dan Petunjuk Pelaksanaan

Seorang Mukmin harus berusaha keras untuk bisa mengenal dan memahami nama-nama, sifat, dan perbuatan Allah Ta’ala, tanpa adanya ta’thil (pengingkaran seluruh atau sebagian sifat dari Dzat Allah), tamtsil (penyerupaan dengan selainNya), tahrif (merubah lafazh atau memalingkan makna sebenarnya) dan takyif (mempertanyakan “bagaimana”nya).

Mengenal Asmaul Husna dilakukan melalui 3 tahapan.

Pertama: Menghafal lafazh dan jumlahnya.

Kedua: Memahami maknanya.

Ketiga: Berdo’a kepada Allah Ta’ala dengan menyebut nama-nama tersebut, baik dalam konteks pujian dan ibadah maupun permohonan.

Untuk mengenal dan memahami asma dan sifat Allah Ta’ala ini harus merujuk kepada Al-Qur’an, as-Sunnah, dan riwayat dari para Sahabat serta ulama yang mengikuti mereka dengan baik. Inilah cara ma’rifat yang bermanfaat. Ia akan menambah dan menguatkan keimanan, menghadirkan ketenangan dan kecintaan kepada Allah Ta’ala. Siapa yang mengenal Allah Ta’ala melalui nama, sifat dan perbuatanNya, pasti dia akan mencintaiNya.

 

Artikel Pustaka al-Atsar
—————————————————————————————-
Diringkas dari Muqoddimah Syarah asma’ wa shifat Allah ‘azza wa jalla,
Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Advertisements