Sesungguhnya wasilah yang utama untuk memperbaiki jiwa, mensucikan hati dan menjaganya dari berbagai kemelut dan terapinya adalah ilmu. Sedangkan wasilah yang pertama untuk mendapatkan ilmu adalah dengan membaca dan tersedianya kitab. Oleh karenanya kita akan mendapati bahwa ketika Allah menghendaki hidayah bagi makhlukNya dan mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya, maka Dia menurunkan kitab kepada mereka untuk dibaca. Dan surat pertama yang diturunkan dimulai dengan kalimat yang sangat agung, yang mengandung kunci perbaikan bagi segenap manusia walaupun berlainan masa dan tempa. Kalimat tersebut adalah “Iqra’ (bacalah)”. Maka barangsiapa yang menghendaki kesuksesan, kesucian dan perbaikan, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan dua wahyu, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah, baik secara bacaan, hafalan, maupun pembelajaran.

Buku ini mengupas tentang wasilah-wasilah berupa amalan yang dapat membantu mengambil manfaat dari Al-Qur’an-dengan pertolongan Allah Ta’ala-. Kaidah inilah yang telah ditempuh oleh para salafush shalih ketika berinteraksi dengan Al-Qur’an Al-Karim. Namun ketika sebagian atau bahkan kebanyakan manusia melalaikan kaidah ini (yaitu wasilah yang berupa amalan), maka mereka tidak bisa terpengaruh dan tidak mampu mengambil faedah dari kandungan isinya yang berupa tanda-tanda, peringatan, contoh, maupun hikmah-hikmah. Barangsiapa yang mau mengambil wasilah-wasilah ini, maka dengan seijin Allah Ta’ala ia akan mengetahui bahwa makna-makna Al-Qur’an akan terus mengalir. Bahkan mungkin seseorang telah berlama-lama membacanya namun ia tidak mampu melampaui satu ayatpun karena banyaknya makna yang dibukakan baginya. Hal ini telah dialami oleh salafush shalih dan kisah-kisah tentang meraka pun sangat banyak dan masyhur.

Sesungguhnya memahami dan mentadabburi Al-Qur’an merupakan karunia dari Yang Maha Mulia lagi Maha Pemberi Karunia. Dia memberikannya kepada orang-orang yang jujur dalam mencarinya dan mau menempuh berbagai sebab untuk bisa mendapatkannya dengan penuh kesungguhan dan usaha.

http://www.pustakaalatsar.worpress.com

Diringkas dari Muqoddimah Mafaatihu Tadabbur Al-Qur’an wa An-Najakh fii Al-Hayah, karya Dr. Khalid bin Abdul Karim Al-Laahim, yang diterjemahkan oleh Abu Hudzaifah Lc, diterbitkan oleh An-Naba’, Cetakan ketiga April 2011

Dr. Khalid Al-Laahim adalah seorang Hafizhul Qur’an dan guru besar Ilmu Al-Qur’an pada Universitas Muhammad bin Su’ud Al-Islamiyyah Kerajaan Saudi Arabia.