Hati manusia ibarat mesin penggiling yang terus berputar dan mengolah apa saja yang dimasukkan ke dalamnya. Apabila yang dimasukkan adalah biji gandum berkualitas tinggi, niscaya hasil yang dikeluarkannya berupa gandum yang juga berkualitas tinggi. Namun jika yang dimasukkan adalah gandum berkualitas buruk, atau sekedar kerikil dan pasir, maka Anda bisa membayangkan sendiri bagaimana hasil keluarannya. Sayangnya, tidak semua orang sadar terhadap kualitas bahan yang ditaruh di penggilingan tersebut.

Seperti itulah hati. Apabila bisikan-bisikan yang masuk ke dalam hati adalah bisikan ketaatan yang diperkuat dengan azam, niscaya perbuatan yang terwujud darinya berupa ketaatan kepada Allah. Sebaliknya, apabila bisikan-bisikan yang masuk ke dalam hati adalah bisikan kemaksiatan dan hawa nafsu, niscaya perbuatan yang lahir darinya berupa kemaksiatan kepada-Nya. Sayangnya, kebanyakan manusia tidak sadar terhadap jenis bisikan apakah yang diolah hatinya selama ini.

(Fawaidul Fawaid – Hati dan Amalannya)

 

Pustaka Al-Atsar

Sekelumit faedah dari kitab “Fawaidul Fawaid” (recommended kitab, karya Ibnul Qayyim al-Jauziyah yang di tahqiq oleh Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi)