Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Kami sering mendapatkan pertanyaan yang membuat bingung sejumlah dai. Ada seorang yang tiba di sebuah negeri muslim akan tetapi kemusyrikan tersebar di negeri tersebut semisal orang yang melakukan kemusyrikan di dekat kubur dengan berdoa dan meminta bantuan kepada orang yang sudah mati. Dalam kasus ini timbul pertanyaan apakah cara dakwah yang tepat adalah mendakwahi mereka untuk mengerjakan shalat dengan baik dan membuat hati mereka untuk lapang dada menerima dakwah kemudian baru di kemudian hari baru ada penjelasan tentang kemusyrikan yang mereka lakukan dan mengajak mereka kepada tauhid yang benar ataukah langsung mendakwahi mereka kepada tauhid dengan menyampaikan bahwa meminta pertolongan kepada orang yang sudah mati adalah kemusyrikan?

Jawabannya, sikap yang lebih baik adalah mendakwahi mereka untuk melakukan hal hal yang disepakati semua pihak sebagai suatu hal yang diperintahkan sehingga jiwa dan hati mereka mantap dan tenang menerima dakwah yang kita sampaikan. Hal ini kita lakukan sebagai batu loncatan untuk mendakwahkan tauhid dan tidak berhenti di situ saja. Dengan demikian kita menjadi orang yang ‘cerdas’ mendakwahkan Islam kepada masyarakat”

[Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin jilid 27 hal 67, cet pertama 1430 H terbitan Dar Tsuraya Riyadh].

reposting dari: ustadzaris.com