Buah dari Iman kepada Sifat-sifat Allah

Leave a comment

Sebuah refleksi sifat-sifat Allah, yang merupakan buah dari Iman kepada sifat-sifatNya, yang Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah telah diberi taufik untuk menuliskan faedahnya.

Al-Qur’an adalah Kalamullah (firman Allah). Di dalamnya, Allah tampak melalui sifat-sifatNya. Di dalam beberapa ayat, Allah tampak bagi hamba-hambaNya dalam balutan sifat kehormatan, keagungan, dan kemuliaan.Melaui sifat-sifat itu, kepadal hamba akan tunduk, jiwanya luluh, lidahnya tidak sanggup berkata-kata, dan semua kesombongannya sirna layaknya garam yang larut dalam air.

Sementara, di dalam beberapa ayat lainnya, Allah tampak di hadapan hamba dalam sifat-sifat keindahan dan kesempurnaan, yaitu kesempurnaan seluruh asma, keindahan semua sifat, dan keindahan segala perbuatanNya yang menunjukkan kesempurnaan DzatNya. Kecintaan seorang hamba kepada Allah akan menggantikan semua kekuatan cintanya kepada selainNya. Semakin dalam seorang hamba mengenal keindahan dan kesempurnaan sifat-sifat Allah, maka semakin besar pula kekuatan cintanya kepadaNya; dan seiring dengan itu, hatinya hanya dipenuhi oleh rasa cinta kepadaNya. Apabila ada cinta lain yang menghampiri dan hendak berbagi dengan cintanya kepada Allah, niscaya hati dan segala isinya akan menolak dengan sekuat-kuatnya.

Di dalam ayat lainnya, Allah tampak bagi hamba-hambaNya dalam sifat kasih, kebajikan, kelembutan, dan kebaikan. Dengan meyakini sifat ini, akan bangkitlah harapan si hamba, terbentanglah impiannya, dan bertambahlah keinginannya kepada Allah. Dengan itu semua, ia berjalan menuju Rabbnya dengan penuh harapan. Setiap kali harapan itu menguat, hamba tersebut semakin giat dalam beramal shalih. More

Bagaimana Anda Makan?

Leave a comment

Kelihatannya hanya soal makan. Tapi ternyata masih banyak yang “lupa” bagaimana cara makan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Dan demikianlah diantara bukti kesempurnaan Islam, bahkan soal makan pun ada petunjuknya, yang mana tentu saja petunjuk dalam makan-minum ini akan membawa kemaslahatan bagi yang mengamalkannya.

Dari ‘Umar bin Abi Salamah, ia berkata, “Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ » . فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ

“Wahai Ghulam, bacalah “bismilillah”, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022)

Diantara faedah dari hadits diatas adalah:  More

The Mistery of the Qur’an Secret Power

Leave a comment

Sesungguhnya wasilah yang utama untuk memperbaiki jiwa, mensucikan hati dan menjaganya dari berbagai kemelut dan terapinya adalah ilmu. Sedangkan wasilah yang pertama untuk mendapatkan ilmu adalah dengan membaca dan tersedianya kitab. Oleh karenanya kita akan mendapati bahwa ketika Allah menghendaki hidayah bagi makhlukNya dan mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya, maka Dia menurunkan kitab kepada mereka untuk dibaca. Dan surat pertama yang diturunkan dimulai dengan kalimat yang sangat agung, yang mengandung kunci perbaikan bagi segenap manusia walaupun berlainan masa dan tempa. Kalimat tersebut adalah “Iqra’ (bacalah)”. Maka barangsiapa yang menghendaki kesuksesan, kesucian dan perbaikan, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan dua wahyu, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah, baik secara bacaan, hafalan, maupun pembelajaran. More

Redaksi Do’a yang Sempurna

Leave a comment

Do’a adalah sebuah komunikasi antara hamba dengan Rabbnya. Media dimana seorang hamba memuji Rabbnya, karena hanya Dia yang patut untuk dipuji dengan puji-pujian yang sempurna. Media dimana seorang hamba menyampaikan segala macam keinginannya, karena hanya Dia yang Maha Kaya serta Maha Luas pemberianNya. Bahkan Allah Ta’ala menyuruh hambanya untuk berdo’a kepadanya dan Dia berjanji akan menjawabnya. “Berdo’alah kepadaKu, niscya Aku akan menjawab (do’a)mu”. More

Rahasia Sisipan Ayat Do’a

Leave a comment

Diantara ayat-ayat tentang puasa, yang dimulai dari Surat Al-Baqarah ayat 183, 184, 185, dan 187, Allah Tabaraka wa Ta’ala menyisipkan ayat 186 yang tidak ada hubungannya secara khusus dengan bulan Ramadhan, akan tetapi berkaitan dengan amalan hamba secara umum. Yaitu ketika Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (katakanlah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (Al-Baqarah: 186)

Ayat ini adalah jawaban dari suatu pertanyaan beberapa sahabat Nabi Shallallahu’alaihi wasallam yang bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah Rabb kami itu dekat sehingga kami membisikiNya ataukah Dia jauh sehingga kami menyeruNya?”, kemudian turunlah ayat ‘Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (katakanlah) bahwa Aku adalah dekat‘ karena sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Mengawasi, Maha Melihat dan Mengetahui apa yang tersembunyi dan dirahasiakan, Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati dan Dia sangat dekat dari orang yang berdo’a kepadaNya dengan mengabulkannya. Oleh karena itu Dia berfirman ‘Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaKu‘. (Tafsir As-Sa’adi). More

Berkah Kurma dalam Sahur dan Berbuka

Leave a comment

Nikmatnya Berbuka Puasa

Setelah menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar, tentu yang diiginkan oleh para shoimun (orang yang berpuasa) adalah segera meneguk air untuk membasahi kerongkongannya ketika adzan Maghrib mulai dikumandangkan. Maka berbahagialah mereka yang berpuasa. Mereka mempunyai dua kebahagiaan, yaitu bahagia karena telah menyelesaikan ibadah yang difardhukan Allah, dan bahagia karena Allah Ta’ala telah menghalalkan apa-apa yang sejalan dengan tabiatnya berupa makanan, minuman, dan jima’ yang sebelumnya dilarang selama rentang waktu puasa.

Ada sebuah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sepertinya tidak mungkin ditinggalkan oleh kaum muslimin karena sejalan dengan tabiatnya, yaitu Menyegerakan Berbuka. Bahkan lebih dari itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa: “Manusia senantiasa dalam dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka” (HR. Bukhari 4/173 dan Muslim no. 1098 dari Sahl bin Saad As-Sa’idi). More

Rahasia-rahasia Puasa

Leave a comment

Allah Tabaraka wa Ta’ala Menciptakan dan Memilih. Dia yang Menciptakan bulan-bulan kemudian memilih bulan Ramadhan untuk diutamakan diantara bulan-bulan lainnya. Bulan dimana disyariatkan ibadah Puasa, yaitu meninggalkan makan, minum, dan jimak, serta hal-hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, sejak munculnya bulan sabit awal Ramadhanhingga bulan sabit awal Syawal. Bukan meninggalkannya karena tradisi atau demi badan, akan tetapi demi beribadah kepada Allah Ta’ala.

Ketahuilah, bahwa pada ibadah puasa terdapat keistimewaan yang tidak dimiliki oleh ibadah yang lain, yaitu hubungannya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya dalam sebuah hadits Qudsi “Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan memberi balasan degannya” [HR. Bukhari 3/31, 9/175 dan Muslim 3/157-158]. Maka cukuplah hubungan ini sebagai sebuah kemuliaan puasa [1]. More

Berpaling, maka Dipalingkan

Leave a comment

Bani Israil adalah suatu kaum yang sebenarnya mengetahui kedudukan Nabi Musa ‘alaihissalam sebagai utusan Allah Ta’ala kepada mereka, akan tetapi mereka mendustakan Nabi Musa hingga hal ini membuat beliau heran dengan perbuatan mereka. Maka atas berpalingnya mereka dari kebenaran yang telah diketahuinya, yaitu tentang kedudukan Nabi Musa dan sikap apa yang seharusnya diberikan kepada beliau, maka Allah Ta’ala menghukum mereka dengan memalingkan mereka, menjauhkan mereka dari kebenaran itu sehingga mereka tidak kembali kepada kebenaran selama-lamanya. Dan balasan ini sebagaimana perbuatan mereka sendiri. Mereka berpaling, maka mereka dipalingkan.

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?” Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik (QS. Ash Shaff: 5)

More

Asuransi Ilahi

1 Comment

Ada dua saudagar salah satunya berasal dari Kuwait dan satunya lagi berasal dari Saudi Arabia. Mereka adalah dua sahabat karib yang dipersatukan oleh satu agama: Islam. Diantara mereka sama-sama saling mencintai, sehingga mereka menjadi dua saudara yang masing-masing mencintai yang lainnya seperti mencintai diri sendiri. Mereka bersepakat untuk melakukan apiliasi dalam usaha bisnis yang bisa mempererat tali persaudaraan ini dan mengokohkan bangunannya. Allah telah membimbing mereka dalam bisnis yang legal, dan keduanya menjadi teladan yang baik bagi Ukhuwah Islamiyah yang tulus dan sejati. Bisnis mereka pun maju pesat dan menjadi besar. Banyak sekali proyek yang mereka garap, dan atas karunia Allah Ta’ala proyek-proyek itu meraup keuntungan yang sangat banyak.

Pada suatu hari, keduanya duduk berbincang-bincang mengenai berbagai hal diantara mereka. Saudagar yang berkebangsaan Kuwait berkata kepada rekannya, “Kenapa kita tidak mengasuransikan bisnis kita ini?”  More

Masjid dan Air

Leave a comment

Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sampai di Madinah, pertama kali yang dibangun adalah Masjid. Bahkan sebelum sampai di Madinah, yaitu ketika singgah di Quba, beliau shallallahu’alaihi wasallam juga membangun Masjid. Hal ini menandakan bahwa Masjid adalah suatu elemen yang sangat penting bagi kehidupan umat Islam, sehingga Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sangat memperhatikan keberadaan Masjid dan menjadikannya sesuatu yang pertama kali dibangun sebelum membangun umat secara menyeluruh. Kita bisa melihat bahwa syi’ar-syi’ar Islam dihidupkan di Masjid, mulai dari syi’ar harian (yaitu Shalat Fardhu 5 waktu bagi Laki-laki), syi’ar mingguan (Shalat Jum’at), hingga syi’ar tahunan (Qiyamul Lail pada hulan Ramadhan). Bahkan di jaman Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan Khulafa’ ar-Rasyidin al-Mahdiyyin, Masjid telah menjadi pusat kegiatan kemaslahatan umat, yang kalau dalam bahasa sekarang dikenal dengan istilah Islamic Center, atau Markaz al-Islam.

Pentingnya Masjid bagi seorang Muslim bagaikan pentingnya Air bagi seekor ikan. Ikan akan hidup di dalam air dan akan mati jika tidak dilingkupi air, cepat atau lambat. Namun permisalan ini bukan kepada jasad seorang muslim, akan tetapi pada hatinya. Hidup dan Matinya hati seorang muslim berkaitan dengan dekat atau jauhnya dia dari masjid. More

Older Entries Newer Entries

%d bloggers like this: