Satu Amal Multi Pahala

Leave a comment

Niat, bukanlah masalah yang sepele. Betapa banyak amal yang kecil menjadi besar karena niat, dan betapa banyak amal yang besar menjadi sia-sia karena niat. Maka dari itu, meluruskan serta menjaga Niat menjadi sangat penting supaya amal yang kita lakukan tidak sia-sia, bahkan bisa bernilai sangat besar. Maka hendaklah kita senantiasa ingat untuk menetapkan niat-niat yang baik pada setiap amalan kita, sekecil apapun itu. Dan sebuah amalan ketaatan bisa menghasilkan multi pahala jika didasari dengan multi niat.

More

Adil dan Pertengahan

1 Comment

Inshaf (adil dan pertengahan) terhadap orang yang menyelisihi kebenaran merupakan manhaj ahli sunnah wal jamaah. Al-Quran dan As-sunnah menjelaskan bahwa sikap inshaf adalah akhlak mulia yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Adab-adab yang terkait dengannya, sangat penting untuk diperhatikan agar seorang muslim tidak terjatuh kepada perbuatan aniaya dan zalim, yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Berikut ini adalah diantara adab-adab yang mesti diperhatikan itu:

1. Obyektif dan berusaha untuk tidak berlebihan ketika berbicara atas orang-orang yang menyelisihi.

Sering kali maksud dalam berbicara atas orang lain yang dianggap melakukan pelanggaran menjadi samar dan bias. Terkadang ada maksud ingin dikenal, dendam, membela diri, atau membela kelompoknya. Ibnu Taimiyyah memperingatkan orang-orang yang membantah ahli bid’ah dari bias-nya maksud dan niat, “… dan begitu juga bagi orang yang membantah ahli bid’ah baik dari kalangan rafidhah atau yang lainnya, ketika mencela bid’ah atau kemaksiatan dengan sangat keras, tujuannya adalah menjelaskan keburukan itu, agar manusia berhati-hati darinya, sebagaimana yang terdapat dalam nashush (teks-teks) syar’i yang berupa ancaman. Terkadang seseorang dihajr (boikot) dalam rangka menghukumnya, dan maksud semua itu adalah untuk membuatnya dan orang-orang yang semisalnya jera, sebagai bentuk kasih sayang dan kebaikan, bukan balas dendam”. Ibnul Qayyim juga memperingatkan, “Setiap kelompok akan menilai kelompok dan perkataannya dengan lafadz-lafadz yang paling baik, sementara menilai perkataan orang-orang yang bersebrangan dengannya dengan lafadz-lafadz yang paling buruk. Namun bagi orang yang dikaruniai bashirah oleh Allah, maka ia akan mampu menyingkap apa yang ada dibalik lafadz-lafadz itu dari kebenaran atau kebatilan. Maka, jangan tertipu dengan sekedar lafadz sebagaimana dikatakan dalam sebuah syair: More

Menyikapi Perbedaan Pendapat

Leave a comment

Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat dan pengikutnya yang setia.

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang hak kecuali Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan RasulNya. Amma ba’du;

Banyak sekali ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam yang melarang perpecahan (iftiraq) dan perselisihan (ikhtilaf), namun apabila kita mencermatinya akan tampak oleh kita bahwa yang dimaksud adalah berbeda pendapat dalam masalah-masalah prinsip atau Ushul yang berdampak kepada perpecahan. Adapun berbeda pendapat dalam masalah-masalah cabang agama atau Furu’ , maka hal ini tidaklah tercela dan tidak boleh sampai berdampak perpecahan, karena para sahabat -Radhiallaahu ‘Anhum dan salafush shaleh -Rahimahumullah juga berbeda pendapat akan tetapi mereka tetap bersaudara dan saling menghormati satu dengan yang lain tanpa saling menghujat atau melecehkan dan menjatuhkan. More

Jangan Lemah!

Leave a comment

Sunnatullah telah menetapkan, orang-orang yang gemar bermaksiat lebih banyak jumlahnya dibandingkan yang menaati Ar-Rahman. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya

“Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik” (Al-Maidah: 49).

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah” (Al-An’am: 116).

“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih” (Saba’: 12)

Apabila anda telah mengetahui bahwa para pelaku kemaksiatan jumlahnya banyak dan mendominasi, janganlah hal itu sampai menghalangi anda berpegang teguh terhadap din Islam. Lihatlah kebenaran dan jangan melihat jumlah individunya. Sebab Allah Ta’ala telah menyifati Ibrahim ‘alaihissalam, bahwa ia adalah seorang umat meskiput sendirian. Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang umat (imam) yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Allah)” (An-Nahl: 120)

Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Engkau adalah sebuah umat, meskipun sendirianMore

Ada Apa dengan ULTAH? (2)

Leave a comment

Bismillah, melanjutkan seri Apa dengan ULTAH (1)...

Dalam logika duniawi kita, misalkan kita punya sejumlah tabungan lalu setiap periode tertentu jumlahnya berkurang, sehingga kita sadar pada suatu saat nanti tabungan kita akan habis karena berkurangnya telah pasti sementara tidak ada penambahan (misalkan juga karena kita tidak mengambil ribanya). Kira-kira kita dalam posisi yang gembira atau gelisah? Tanpa memasukkan faktor-faktor lain (misalnya memang berkurangnya itu untuk infaq dan kita berharap pahala dari Allah), tentunya kita tidak senang dengan berkurangnya harta kita. Namun kelihatannya kita melupakan logika ini ketika berurusan dengan umur kita. Coba perhatikan, banyak diantara manusia yang begitu gembiranya tatkala umurnya berkurang setahun demi setahun. Bagaimana kita tahu bahwa mereka gembira? Ya dari pesta ulang tahun yang mereka adakan, dari senangnya mereka menerima perhatian dan ucapan selamat dari teman-teman dan saudara.

Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anh, dia berkata : bahwa Rasulullah telah bersabda, “Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘Alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 kata : Rizki, Ajal, Amal dan Celaka/bahagianya. maka demi Alloh yang tiada Tuhan selainnya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga. (HR. Bukhari dan Muslim) More

Toleransi dan Ketegasan

Leave a comment

Toleransi tanpa Ketegasan adalah ketidakberdayaan, namun Ketegasan tanpa Ilmu adalah Keberingasan. Toleransi dan Ketegasan diatas ilmu adalah Kebijaksanaan.

Islam adalah agama rahmat bagi semesta alam. Diantara sisi keindahan islam adalah toleransinya terhadap umat yang beragama lain. Tentunya toleransi yang diinginkan Islam adalah toleransi yang berdasarkan ilmu dari Islam itu sendiri, serta mempunya ketegasan yang juga berdasarkan ilmu dari Islam. Sehingga kita mampu mempertahankan kewibawaan islam sekaligus keindahannya. Dan itulah salah satu sisi kesempurnaan islam.

Diantara hal-hal yang harus diperhatikan antara lain (ini tidak membatasi hal selain yang disebutkan dibawah ini, silakan di-explore lagi):

1. Tetap waspada 

Allah Ta’ala berfirman yang artinya : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”‌. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”‌ [Al-Baqarah : 120] More

Bilamana Harus Memenuhi Undangan?

2 Comments

Telah dimaklumi oleh kebanyakan kaum muslimin bahwa memenuhi undangan adalah wajib, bahkan tidak terjadi perselisihan di kalangan ulama. Namun terkadang pemahaman ini masih perlu dirinci lagi, karena ada diantara kaum muslimin yang berdalil dengan kewajiban ini sehingga tidak memperhatikan batasan-batasan syariat lainnya. Para ulama merinci dengan memberi 3 syarat sebagai berikut (dari tulisan Muhammad Abduh Tuasikal):

(1) orang yang mengundang adalah seorang muslim,
(2) orang yang mengundang tidak terang-terangan dalam berbuat maksiat, dan
(3) tidak terdapat maksiat yang tidak mampu dihilangkan dalam acara yang akan dilangsungkan.

Kewajiban memenuhi undangan ini bermula dari hadits: “Barangsiapa yang diundang maka datangilah!” (HR. Abu Dawud dan Ahmad), dan hal ini dikuatkan dengan hadits: “Barang siapa yang tidak memenuhi undangan maka ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari) More

Older Entries Newer Entries

%d bloggers like this: