Mencetak Insan yang Shalih dan Mushlih

Leave a comment

Kata-kata “mencetak insan yang shalih” itu memang terdengar indah, tetapi ia jauh lebih berat daripada gunung. Adalah mudah untuk sekedar bersemangat mewujudkannya, tetapi berproses mewujudkannya lebih pahit daripada empedu. Tapi itulah tujuan kita dalam mendidik anak. Sebuah tujuan yang mulia, besar, dan jauh lebih besar daripada tujuan sistem pendidikan secara umum.

Semua sistem pendidikan di dunia, baik Timur maupun Barat, memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menyiapkan anak bangsa yang berkualitas, namun masing-masing berbeda dalam hal kemasan dan warnanya. Bisa jadi, si anak bangsa yang dimaksud adalah orang yang mengagungkan kerja dan produktivitas. Mungkin juga ia adalah orang yang fanatik terhadap bangsanya sendiri sehingga memandang rendah bangsa lain. Dan sebagainya, yang mana ukuran kualitasnya sangat berbeda satu sama lain tergantung selera para pendidiknya.  Sedangkan Islam sejak awal hingga akhir berusaha mencapai tujuan yang jauh lebih luhur, lebih besar, dan lebih sempurna, yakni menyiapkan insan yang shalih. More

Advertisements

Mendidik Anak Perlu Keshalihan Orangtua

Leave a comment

Tentu Anda masih ingat kisah ‘petualangan’ Nabi Khidir dengan Nabi Musa ‘alaihimassalam.Ya, di antara penggalan kisahnya adalah apa yang Allah sebutkan dalam surat al-Kahfi. Manakala mereka berdua memasuki suatu kampung dan penduduknya enggan untuk sekedar menjamu mereka berdua. Sebelum meninggalkan kampung tersebut, mereka menemukan rumah yang hampir ambruk. Dengan ringan tangan Nabi Khidir memperbaiki tembok rumah tersebut, tanpa meminta upah dari penduduk kampung. Nabi Musa terheran-heran melihat tindakannya. Nabi Khidir pun beralasan, bahwa rumah tersebut milik dua anak yatim dan di bawahnya terpendam harta peninggalan orangtua mereka yang salih. Allah berkehendak menjaga harta tersebut hingga kedua anak tersebut dewasa dan mengambil manfaat dari harta itu.
More

%d bloggers like this: