Mendiagnosa Hati

Leave a comment

Hawa nafsu tidak henti-hentinya mengajak kepada keburukan. Dia akan senantiasa mengintai hati manusia dari berbagai arah. Hati yang lalai dari mengingat Allah tidak akan selamat dari sergapannya. Dua faktor tersebut, yaitu lalai dari mengingat Allah dan mengikuti hawa nafsu, adalah sebab terjerumusnya manusia dalam perbuatan yang melampaui batas.

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. [QS. Kahfi: 28]

Bahkan keduanya saling berkaitan satu sama lain. Hati yang lalai dari mengingat Allah tidak akan mempunyai pertahanan untuk menolak hantaman bertubi-tubi dari hawa nafsu, hingga tak menyadari bahwa hatinya telah tertawan oleh hawa nafsu.

Terkadang, dzikir hanya membasahi lisan, sedangkan hati tetap berbicara dengan sendirinya, lalai dari meresapi apa yang keluar dari lisan. Jika seperti ini keadaan hati, maka tidak akan cukup kuat menolak tarikan nafsu.

Pintu masuk lain adalah pandangan mata. Dan memang benar, dari mata akan turun ke hati. Nafsu yang akan membisikkan ke dalam hati, mengingatkan akan indahnya apa yang telah dipandang oleh mata, sehingga hal itu akan mengusik hati dan mendorong untuk menindaklanjuti keinginan nafsu. More

Advertisements

Dua Penyebab Pelanggaran

Leave a comment

Dua faktor penyebab manusia melakukan urusan yang melampaui batas, melakukan kedhaliman dan berbagai kemaksiatan lainnya, yaitu:

  1. Lalai dari mengingat Allah (Dzikir)
  2. Mengikuti hawa nafsu.

Sebagaimana hal ini diterangkan dalam surat Kahfi ayat 28, dimana Allah Ta’ala berfirman:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” [Kahfi: 28] More

%d bloggers like this: