Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sampai di Madinah, pertama kali yang dibangun adalah Masjid. Bahkan sebelum sampai di Madinah, yaitu ketika singgah di Quba, beliau shallallahu’alaihi wasallam juga membangun Masjid. Hal ini menandakan bahwa Masjid adalah suatu elemen yang sangat penting bagi kehidupan umat Islam, sehingga Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sangat memperhatikan keberadaan Masjid dan menjadikannya sesuatu yang pertama kali dibangun sebelum membangun umat secara menyeluruh. Kita bisa melihat bahwa syi’ar-syi’ar Islam dihidupkan di Masjid, mulai dari syi’ar harian (yaitu Shalat Fardhu 5 waktu bagi Laki-laki), syi’ar mingguan (Shalat Jum’at), hingga syi’ar tahunan (Qiyamul Lail pada hulan Ramadhan). Bahkan di jaman Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan Khulafa’ ar-Rasyidin al-Mahdiyyin, Masjid telah menjadi pusat kegiatan kemaslahatan umat, yang kalau dalam bahasa sekarang dikenal dengan istilah Islamic Center, atau Markaz al-Islam.

Pentingnya Masjid bagi seorang Muslim bagaikan pentingnya Air bagi seekor ikan. Ikan akan hidup di dalam air dan akan mati jika tidak dilingkupi air, cepat atau lambat. Namun permisalan ini bukan kepada jasad seorang muslim, akan tetapi pada hatinya. Hidup dan Matinya hati seorang muslim berkaitan dengan dekat atau jauhnya dia dari masjid. More