Allah Tabaraka wa Ta’ala Menciptakan dan Memilih. Dia yang Menciptakan bulan-bulan kemudian memilih bulan Ramadhan untuk diutamakan diantara bulan-bulan lainnya. Bulan dimana disyariatkan ibadah Puasa, yaitu meninggalkan makan, minum, dan jimak, serta hal-hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, sejak munculnya bulan sabit awal Ramadhanhingga bulan sabit awal Syawal. Bukan meninggalkannya karena tradisi atau demi badan, akan tetapi demi beribadah kepada Allah Ta’ala.

Ketahuilah, bahwa pada ibadah puasa terdapat keistimewaan yang tidak dimiliki oleh ibadah yang lain, yaitu hubungannya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya dalam sebuah hadits Qudsi “Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan memberi balasan degannya” [HR. Bukhari 3/31, 9/175 dan Muslim 3/157-158]. Maka cukuplah hubungan ini sebagai sebuah kemuliaan puasa [1]. More