Boikot Pemikiran Yahudi

Leave a comment

Kalimat boikot kembali mencuat setelah kaum muslimin digemparkan dengan berita Palestina. Upaya boikot pruduk yang berafiliasi dengan Yahudi, oleh sebagian pihak diyakini sebagai salah satu wujud perlawanan terhadap Yahudi. Apapun itu, barangkali kita perlu menyadari, sejatinya ada bentuk boikot yang lebih layak untuk kita lakukan, ketimbang sebatas boikot produk Yahudi. Itulah boikot pemikiran Yahudi.

Anda tentu sepakat bahwa semua polah tingkah Yahudi tehadap kaum muslimin, tidak lain tujuannya adalah untuk menyebarkan pemikiran Yahudi. Dengan ungkapan lain, me-Yahudi-kan pemikiran semua umat manusia, dari manapun latar belakang agamanya. Yang penting mereka loyal terhadap Yahudi, itu yang paling penting. Tak peduli status agama yang melekat di KTP-nya. Orang ber-KTP Islam, ber-KTP Katolik, Kristen, Hindu, Budha, mereka semua bisa “di-Yahudikan”. Keajaiban statistik pemeluk agama di Amerika bisa menjadi contohnya. Mayoritas penduduknya beragama Protestan dan Katolik. Yudaisme kurang dari 2%. Namun di negara ini, pemikiran Yahudi begitu dihargai, dan menjadi negara pelindung terkuat bagi negara pusat Yahudi yang menjajah Palestina.

Allah berfirman;

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

Orang Yahudi dan orang Nasrani, tidak akan pernah ridha kepamu, sampai kamu mengikuti millah mereka.” (QS. Al-Baqarah: 120). More

Mengapa bicara Bid’ah?

Leave a comment

Pada suatu ketika, dalam sebuah halaqah kecil, para jamaah ditanya satu-per-satu dengan pertanyaan “Bapak sudah tahu apa itu bid’ah?”. Dan subhanallah, bisa dikatakan 90% dari jamaah baru mendengar istilah ini, sementara mereka yang ditanya bukanlah para muallaf (orang yang baru masuk Islam), tetapi mereka adalah orang yang sudah Islam sejak lahir dan umurnya berkisar antara 20 – 50 tahun. Ini menunjukkan kenyataan betapa masih asingnya istilah ini bagi kebanyakan kaum muslimin.

Namun kelihatannya istilah bid’ah ini tidaklah terlalu asing bagi para pemuda yang cukup aktif dan ‘melek’ terhadap agamanya, meskipun kebanyakan belum sampai pada pengertian yang diharapkan. Sebagian pemuda yang baru mengenal sedikit tentang istilah ini dan menerimanya dengan sepenuh hati, cenderung terlalu hati-hati dan terburu-buru sehingga kurang luwes dalam menerapkannya. Sebaliknya, sebagian yang lain yang sedang asyik dengan amalannya dan ternyata amalan itu dikatakan bid’ah, alih-alih mempelajarinya dengan hati yang ikhlas serta minta petunjuk kepada Allah Ta’ala, mereka cenderung defensif (mempertahankan diri), bahkan tak jarang mulai melempar tuduhan dan fitnah demi mempertahankan bid’ahnya. Selain itu, masih ada lagi sebagian kaum muslimin yang menganggap membicarakan bid’ah ini tidak menarik, karena ujung-ujungnya akan terjadi perdebatan tiada akhir. More

%d bloggers like this: