The Mistery of the Qur’an Secret Power

Leave a comment

Sesungguhnya wasilah yang utama untuk memperbaiki jiwa, mensucikan hati dan menjaganya dari berbagai kemelut dan terapinya adalah ilmu. Sedangkan wasilah yang pertama untuk mendapatkan ilmu adalah dengan membaca dan tersedianya kitab. Oleh karenanya kita akan mendapati bahwa ketika Allah menghendaki hidayah bagi makhlukNya dan mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya, maka Dia menurunkan kitab kepada mereka untuk dibaca. Dan surat pertama yang diturunkan dimulai dengan kalimat yang sangat agung, yang mengandung kunci perbaikan bagi segenap manusia walaupun berlainan masa dan tempa. Kalimat tersebut adalah “Iqra’ (bacalah)”. Maka barangsiapa yang menghendaki kesuksesan, kesucian dan perbaikan, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan dua wahyu, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah, baik secara bacaan, hafalan, maupun pembelajaran. More

Advertisements

Kepentingan Mendesak Hamba: Mengenal Rasul!

Leave a comment

Kepentingan mendesak dan paling utama bagi para hamba adalah mengetahui Rasul, mengetahui apa yang dibawanya, membenarkan apa yang dikabarkannya, dan mentaati apa yang diperintahkannya. Sebab tidak ada jalan menuju kebahagiaan dan keberuntungan, baik di dunia maupun di akhirat, kecuali melalui bimbingan para Rasul. Tidak ada pula jalan mengetahui baik dan buruk secara rinci kecuali dari jalur mereka. Ridha Allah Ta’ala tidak pernah dicapai tanpa arahan mereka. Perkara baik diantara amalan, perkataan, dan akhlak, tak lain hanyalah berdasarkan petunjuk dan keterangan yang mereka bawa.

Kebutuhan kepada mereka (para Rasul) lebih besar daripada kebutuhan badan terhadap ruhnya, mata terhadap cahayanya, dan ruh terhadap kehidupannya. Kepentingan dan kebutuhan apapun yang dibuat pengandaian, maka kepentingan dan kebutuhan terhadap para Rasul masih jauh lebih tinggi daripadanya. More

Pakai Peci atau Tidak?

Leave a comment

Shalat dengan mengenakan penutup kepala, entah itu berupa Songkok/Peci, Sorban, maupun kain model orang Arab dengan tali hitam diatasnya, adalah pemandangan yang lumrah di setiap masjid. Bahkan di sebagian tempat di India, beberapa masjid menyediakan Peci cadangan untuk orang yang lupa tidak membawa Peci. Jika ada orang yang shalat tanpa mengenakan Peci, akan ada seseorang yang memakaikannya dari belakang. Ada juga yang mengikatkan sapu tangan di kepalanya sebagai pengganti Peci. Intinya, pada umumnya kebanyakan orang ketika shalat menutup kepalanya. Lalu bagaimana sebenarnya dengan penutup kepala ini? More

Berdiri Untuk Menyambut Yang Datang

Leave a comment

Suatu keadaan yang sering kita jumpai, yaitu kita kedatangan seorang tamu, baik teman atau saudara, baik jarang atau sering, atau kita sudah lebih dulu duduk di suatu majelis, apakah kita ini boleh berdiri untuk menyambut dan menyalaminya? Sebagian dari saudara kita karena kekhwatirannya sebagai bentuk pengagungan yang terlarang, akhirnya menyalami sambil tetap duduk, sementara sebagian yang lain berdiri untuk menyalaminya. Lalu bagaimanakah duduk persoalannya?

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Ketika seseorang masuk, sementara kami sedang duduk di suatu majlis, para hadirin berdiri untuknya, tapi saya tidak ikut berdiri. Haruskah saya ikut berdiri, dan apakah orang-orang itu berdosa ?

Beliau rahimahullah memberikan jawaban: More

Pasir ke Wajah Orang yang Memuji

Leave a comment

Ada sebuah hadits dimana Rasulullah shallallahu’alahi wasallam memerintahkan untuk menyiramkan pasir ke wajah orang yang memuji. Hadits tersebut shahih, namun untuk mengamalkan hadits ini diperlukan penelusuran terhadap hadits-hadits shahih lainnya serta penjelasan ulama yang tsiqah, sehingga dapat diamalkan dengan tepat sesuai dengan hikmah sunnah.

Alhamdulillah, ada ulasan singkat yang cukup membantu untuk memahami hadits ini, yang diposting di rumaysho.com semoga Allah Ta’ala membalas dengan balasan yang baik.

Menyiramkan Pasir ke Wajah Orang yang Memuji

Tulisan ini disusun oleh Ummul Hamam, Riyadh KSA, 19 Dzulqo’dah 1432 H (17/10/2011)

Segala puji hanyalah milik Allah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Ada suatu adab yang penah Rumaysho.com bahas yaitu tentang larangan memuji orang lain di hadapannya. Di antara alasan tidak dibolehkan hal ini adalah karena akan membuat orang lain itu ujub dan sombong. Di samping itu ada adab yang diajarkan kala orang lain memuji kita di hadapan kita, yaitu sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Ma’mar berikut ini.

Dari Abu Ma’mar, ia berkata, “Ada seorang pria berdiri memuji salah seorang gubernur. Miqdad [ibnul Aswad] lalu menyiramkan pasir ke wajahnya dan berkata,

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ نَحْثِىَ فِى وُجُوهِ الْمَدَّاحِينَ التُّرَابَ.

“Kami diperintahkan oleh Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- untuk menyiramkan pasir ke wajah orang-orang yang memuji.” (HR. Muslim no. 3002). Imam Nawawi membuat judul Bab ‘Larangan memuji orang lain secara berlebihan dan dikhawatirkan menimbulkan fitnah bagi yang dipuji’. More

Kebaikan-Kebaikan Akan Menghapus Kejahatan

Leave a comment

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, sholawat dan salam untuk nabi dan rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh sahabatnya.

Ini adalah ulasan tentang beberapa amalan yang mudah dilaksanakan dan akan mendapatkan ganjaran pahala yang sangat besar dengan karunia dari Allah. Amalan-amalan ini banyak dilalaikan dan diremehkan oleh sebagian besar manusia, padahal di dalamnya terdapat banyak pahala, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Memperbanyak sholat di al-Haramain asy-Syarifain (Masjid Haram dan Masjid Nabawi). Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. Rasulullah saw. bersabda: Shalat di masjidku ini lebih afdhal dari 1000 sholat di masjid lainnya kecuali masjid Haram, dan sholat di masjid Haram lebih afdhal dari 100.000 sholat di masjid lainnya. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Dan sholat seorang wanita di rumahnya lebih baik daripada sholat di masjid Haram dan masjid Nabawi. More

%d bloggers like this: