Menempuh Sebab-sebab Kebahagiaan

Leave a comment

Allah Ta’ala telah menjelaskan kebahagiaan dan sebab-sebab kebahagiaan di dalam agama yang diridhoi-Nya. Allah memerintahkan hamba-Nya bertakwa dan Dia pun menjelaskan sebab-sebab meraih ketakwaan di dalam agama yang diturunkan-Nya. Dia yang telah Menciptakan manusia maka tentu Dia Maha Mengetahui kebutuhan mereka. Maka benarlah Rasulullah صلى الله عليه و السلام ketika mengucapkan من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريق إلى الجنة  “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (agama), maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” [diriwayatkan Muslim, shahih].

Koleksi Faedah Pustaka Al-Atsar

Brunei Daarussalaam, 18 Jumadi Tsani 1435 AH

Buah dari Iman kepada Sifat-sifat Allah

Leave a comment

Sebuah refleksi sifat-sifat Allah, yang merupakan buah dari Iman kepada sifat-sifatNya, yang Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah telah diberi taufik untuk menuliskan faedahnya.

Al-Qur’an adalah Kalamullah (firman Allah). Di dalamnya, Allah tampak melalui sifat-sifatNya. Di dalam beberapa ayat, Allah tampak bagi hamba-hambaNya dalam balutan sifat kehormatan, keagungan, dan kemuliaan.Melaui sifat-sifat itu, kepadal hamba akan tunduk, jiwanya luluh, lidahnya tidak sanggup berkata-kata, dan semua kesombongannya sirna layaknya garam yang larut dalam air.

Sementara, di dalam beberapa ayat lainnya, Allah tampak di hadapan hamba dalam sifat-sifat keindahan dan kesempurnaan, yaitu kesempurnaan seluruh asma, keindahan semua sifat, dan keindahan segala perbuatanNya yang menunjukkan kesempurnaan DzatNya. Kecintaan seorang hamba kepada Allah akan menggantikan semua kekuatan cintanya kepada selainNya. Semakin dalam seorang hamba mengenal keindahan dan kesempurnaan sifat-sifat Allah, maka semakin besar pula kekuatan cintanya kepadaNya; dan seiring dengan itu, hatinya hanya dipenuhi oleh rasa cinta kepadaNya. Apabila ada cinta lain yang menghampiri dan hendak berbagi dengan cintanya kepada Allah, niscaya hati dan segala isinya akan menolak dengan sekuat-kuatnya.

Di dalam ayat lainnya, Allah tampak bagi hamba-hambaNya dalam sifat kasih, kebajikan, kelembutan, dan kebaikan. Dengan meyakini sifat ini, akan bangkitlah harapan si hamba, terbentanglah impiannya, dan bertambahlah keinginannya kepada Allah. Dengan itu semua, ia berjalan menuju Rabbnya dengan penuh harapan. Setiap kali harapan itu menguat, hamba tersebut semakin giat dalam beramal shalih. More

%d bloggers like this: