The Mistery of the Qur’an Secret Power

Leave a comment

Sesungguhnya wasilah yang utama untuk memperbaiki jiwa, mensucikan hati dan menjaganya dari berbagai kemelut dan terapinya adalah ilmu. Sedangkan wasilah yang pertama untuk mendapatkan ilmu adalah dengan membaca dan tersedianya kitab. Oleh karenanya kita akan mendapati bahwa ketika Allah menghendaki hidayah bagi makhlukNya dan mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya, maka Dia menurunkan kitab kepada mereka untuk dibaca. Dan surat pertama yang diturunkan dimulai dengan kalimat yang sangat agung, yang mengandung kunci perbaikan bagi segenap manusia walaupun berlainan masa dan tempa. Kalimat tersebut adalah “Iqra’ (bacalah)”. Maka barangsiapa yang menghendaki kesuksesan, kesucian dan perbaikan, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan dua wahyu, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah, baik secara bacaan, hafalan, maupun pembelajaran. More

Agar Al-Qur’an menjadi Furqan

2 Comments

Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya permulaan Al-Qur’an. Maka dia telah menjadi bulan dimana kaum muslimin kembali mengakrabkan diri dengan Al-Qur’an. Mereka membacanya, mengkhatamkanya, dan mengulang-ulangnya. Banyak kaum muslimin yang betah berlama-lama di masjid demi menyelesaikan juz demi juz dari mushaf Al-Qur’an, dengan harapan dapat menyempurnakan 30 juz ketika Ramadhan berakhir. Suatu pemandangan yang akan dijumpai hampir di tiap-tiap masjid. Betapa mereka tidak ingin ketinggalan meraup pahala dan berkah di bulan yang mulia ini.

Allah Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda” (Al-Baqarah 185)

Syaikh As-Sa’adi mengatakan dalam tafisirnya, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang agung, bulan dimana kalian memperoleh di dalamnya kemuliaan yang besar dari Allah Ta’ala, yaitu al-Qur’an al-Karim yang mengandung petunjuk bagi kemaslahatan kalian, baik untuk agama maupun dunia kalian, dan sebagai penjelas antara yang benar dan yang batil, petunjuk dan kesesatan, orang-orang yang bahagia dan orang-orang yang sengsara” (Tafsir Al-Sa’adi, surat al-Baqarah ayat 185).

Pada ayat tersebut Allah Ta’ala menjelaskan tujuan diturunkannya al-Qur’an adalah untuk memberikan petunjuk dan sebagai pembeda. Dimana ketika Allah menciptakan manusia agar beribadah kepadaNya, maka Dia menurunkan al-Qur’an sebagai petunjuk sebagai untuk melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya, menurunkan RasulNya untuk memberikan penjelasan tentang apa-apa yang diturunkanNya. Ketika Dia menciptakan Surga dan Neraka, maka Dia menurunkan al-Qur’an sebagai pembeda supaya manusia mengetahui mana jalan ke Surga dan mana jalan ke Neraka sehingga dapat memilih mana jalan yang mengantarkan kepada kebahagiannya serta menjauhi jalan yang akan membinasakannya.

Maka jelaslah tujuan diturunkannya al-Qur’an. Akan tetapi apakah setiap kaum muslimin telah mendapatkan apa yang yang menjadi tujuan tersebut (sebagai Petunjuk dan Pembeda)?  More

%d bloggers like this: